“Sebuah Prosa Clasic”

Ini cerita tragis tentang Adam dan Iblis yang legendaris, menjadi legenda karena pernah di muat di beberapa kitab suci yang mereka percayai walau saling memaki..
Tentang Adam dan Iblis yang tak bisa akur, saling bermusuhan hingga akhir dunia. Tentang Adam yang pintar dan Iblis yang kuat.., tentang Adam yang mulia dan Iblis yang mendengki..
Tapi pernah kau melihat pandangan kaum Langitisme, mereka bilang Adam adalah raga dan Iblis adalah pikiran. Adam bisa jadi kreasi tapi Iblis bisa pasti Imaji. Mereka tak perduli aturan karena aturan adalah perang yang akan segerah di mulai.
Sudah berapa lama dogma itu tertanam di benak kita, tapi kita sendiri pura-pura tak tau saja. Sayang sekali Adam dan Iblis saling memaki. Coba kalo mereka berdua saling memuji mungkin dunia yang damai akan benar-benar terjadi.
Selama Adam dan Iblis saling memaki tak kan pernah ada kedamaian di dunia ini, yang ada hanya sosok Iblis berwajah Adam, atau Adam yang berhati Iblis.
Nah..!! Pertanyaannya mengapa Adam dan Iblis tak bisa saling memuji..??. jawabanya hanya satu.. karena Itulah cara Tuhan untuk menjadikan Dunia ini ada. Benar atau tidak terserah anda..?!.
Ini hanya argument sebuah prosa clasic yang tak pernah terungkapkan oleh kaum Munafik yang tak mau ambil resiko seperti aku yang bersifat Iblis berwajah Adam.
Dan pada akhirnya perdebatan ini tak kan kunjung usai sampai akhir dunia.., tentang Adam dan Iblis yang saling memaki..!!. tinggal kau pilih saja mau jadi Adam yang berhati Iblis apa Iblis yang berwajah adam..??. jika tidak kedua-duanya..,mau jadi apa anda ini…!!, semua tergantung anda.., karna Anda yang menentukan nasib anda sendiri. Bukan ramalan atau dogma yang menyesatkan.
Selamat menikmati raungan ku ini…!!

_End_

_LaNgit’JiNgga_

“Ada apa dengan hatimu…!!”

Berhati-hatilah dengan hatimu.., hati kadang bisa mebinasakan akal..!!. Akal ibarat Ibarat sebuah mesin yang tak kan berfungsi tanpa hati. Hati adalah motor penggerak akalmu..!!. hati itu seperti Ibu dalam jiwa kita. Dan akal adalah bayangan dari harapan dan imajinasi kita. Hati seperti kreasi yang bisa menciptakan rasa yang dasyat.., akal hanya bisa menyeimbangkannya. Seluruh alam bawah sadar kita di kendalikan oleh hati. Percaya atau tidak..? buktikan sendiri..!!. Berapa banyak manusia gila bahkan mati karena tak bisa mengkontrol hatinya. Maka hati-hatilah pada hati kecilmu. Percayakan semua pada hatimu ketimbang akalmu..!!, jangan terjebak.., sebab semuanya abstrak..!!.
Hati yang sudah membatu akan terasa susah di perbaiki dari pada akal yang dungu. Hati adalah Iman dan akal adalah harapan. Memang kenyataannya kita berfikir melalui akal dan diresapi dengan hati. Tapi tekadang kita tak bisa membaca hati kita sendiri.., karna kita tak pernah mau mengenal diri sendiri. Bukankan orang sufi pernah berkata.., Ingat diri ingat Tuhan..!!. lalu yang mana kah yang terpenting buat kita.., akal atau hati…??. Maka jawabaya tergantung naluri mu..!!. kau tak perlu untuk percaya keduanya, karna memang keduanya bisa menjebakmu dalam suatu perkara. Tapi bukan kah semua perkara ada yang mengaturnya…!!. Kembali lagi untuk percaya hati atau akalmu..
Ada baiknya kita singkron kan saja kedua naluri itu. agar kita benar-benar menjadi manusia seutuhnya. Tak begitu munafik dan tak begitu bernafsu. Akal untuk berfikir dan hati untuk mengambil keputusan. Tho perkara selalu ada di depan kita. Jadi jangan takut untuk berprasangka kepada perkara.

redaksi@jambi-independent.co.id

Published in: on Juni 20, 2009 at 2:00 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags:

The URI to TrackBack this entry is: https://penataplangit.wordpress.com/2009/06/20/%e2%80%9csebuah-prosa-clasic%e2%80%9d/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: