Sajak-sajak Dari Sang Pujangga

“Sang Pemaki Kebodohan”

Dalam setiap tetes keringatmu,
Pelu’ slalu hadir menguji kesabaranmu.
Mencibir setiap hasrat dan jiwamu
Dan membuatmu semakin kuat dari hari- kehari..

Kapur dan penghapus adalah teman setiamu
mencurahkan segala isi hatimu..
Buku dan kerutan di dahimu
Adalah lambang ketegasanmu..

Kau adalah lambang eksistensi
Dari dunia yang semakin menghujam…
Menjadikan dunia kebodohan layak untuk
Di tinggal mati..!!

Kau lah patriot yang tak
berlambang jasa di punggungmu..
Petunjuk mata angin untuk
Orang-orang yang tersesat..

Walau gaji yang kau peroleh
Tak sebanding dengan keringat
Yang kau keluarkan.., tapi itulah
dirimu, yang selalu mempertaruhkan
Kesejahteraanmu, hanya untuk segudang
Ilmu, yang harus kau tananmkan di otakku..

Guru..Kaulah cahaya yang selalu menerangi
setiap langkah kaki ku..
yang menjadikan aku tau dunia ini
begitu luas..

Terima kasih guru..,
Aku..,Tono, Joko dan susi akan
selalu ingat padamu..
Nasehat dan Ilmu yang kau ajarkan akan,
Selalu ku ingat sepanjang masa..

Teruslah memaki kebodohan guru..!!
Agar dunia ini benar-benar layak untuk di tempati..
Terima kasih guru.., salam cinta dan kasih ku
Untuk mu… Joya…!!

“Sugesti”

Aku rindu kamu ketika sosok itu
berlenggang di hadapanku..
senyumnya merekah seperti senyummu..
manis dan mengagumkan..
menghujam sisi lain dari ke laki-laki’an ku..

Aku rindu kamu saat suaranya
terdengar samar di telinggaku..
lembut dan renyah menggelitik
gendang telinggaku..

Aku semakin terpuruk ketika
wajahnya menyerupai dirimu walau
hanya dalam imajinasiku..
tapi, sayangnya itu kamu..!!

bahkan parahnya.. ada tangan yang kekar
sedang merangkul tubuh indahmu..

oh Tuhan.., dimana dirinya yang
dulu pernah temani aku memaki hari..!!

Ada yang hancur tepat di dada ini
ketika ia tinggalkan aku dulu..

tapi tak apalah..,
mungkin ini hanya masa transisi
sebelum dirinya hadir..
yang pasti hari ini aku merindukan kamu…

“Minor Prahara”

Halo..!! engaku gadis muda yang ambisi..!!
Apa kabarmu sekarang…??

Apakah materi mengajarkan sesuatu padamu..
Seperti cinta dan kebebasan…?

Berhentilah bohongi dirimu..!!
Kau sudah miliki semuanya..!!

Kini cuci dan bersihkanlah tubuhmu..,
Lalu lenyapkan semua dari pikiranmu..
Agar kau terhindar dari jerat nafsu dunia..

Cukup sudah masa berkabungmu..!!
Jangan ulangi akal yang mengatur hatimu..

Lupakan..!! lupakan..!
Derah derita yang sentimentil itu…
Mengeluh di muka umum tambah
Membuat aku muak melihat tubuh indahmu..

Sudah cukup..!!
Ayo.. lupakan kepopuleran di layar kaca itu..,
Agar tak tambah menjeratmu dari rasa
Hina dan Hukum..

Cukup..!!
Gantilah bajumu lalu berbaringlah sejenak..
Lupakan ego yang menguasai hatimu..

Tidur..!! tidurlah gadis muda ku yang ambisius..
Esok langkahmu masih panjang terbentang..

“Hati yang menyatu”

Ketika sorot matamu menghujam jantungku..
Ada satu ruang kosong dalam hatiku
Harus kau miliki..

Ruang itu memang sempit..,
Tapi itu khusus untuk mu..

Percayalah itu Cinta yang tulus
Ku persembahkan untuk mu..!!

Aku tak pandai merayu..,
Juga tak pandai berdusta..
Ini jujur dari hatiku..

Jika kau bersedia..,
Izinkan aku merobek hatimu
Dan akan ku pasang di sebelahnya
hatiku..

Tak perlu memaksa..
Kita bisa lakukan itu dengan perlahan..
Asal kau mengizinkannya..
Boleh kah Cinta…??

“Sebentar lagi dan Tak kan Lama Lagi”

Sebentar lagi dan tak kan lama lagi..
Biar saja aku menunggu..

Sebentar lagi dan tak kan lama lagi..
Ku biarkan dia menemui ku..

Sebentar lagi dan tak kan lama lagi..
Aku sudah merasakannya..

Sebentar lagi dan tak kan lama lagi..
Dia akan memeluk ku..

Sebentar lagi dan tak kan lama lagi..
Aku akan bertemu dengannya..,
Melepaskan semua rasa dan menyatu
Dengan rasa..

Sebentar lagi dan tak kan lama lagi..
Ku lupakan semua derita..

Sebentar lagi dan tak kan lama lagi..
Multiple Sclerosis menderu dalam nafasku..

Sebentar lagi dan tak kan lama lagi..
Selamat tinggal Dunia…

“Ortopedi Cinta”

Belah dada ini jika kau mau..
Ambil jantungnya jika kau butuh..!!
Tapi ingat..!! jangan kau copot hatiku..,
Sebab itulah yang tersisa untuk merasakan
Cinta padamu..

Benturkan saja kepalaku..!!
Ambil saja otakku..
Tapi Ingat!! Jangan kau
Otak-atik memory ku..
Sebab aku tak mau bayangan mu
Hilang dari Imajinasiku..!!

Kau boleh patahkan kedua kaki ku..!!
Ambil saja kedua tanganku…
Tapi, sisakan sebidang dadaku untuk
merasakan dekap tubuh hangatmu..

Lakukan apa yang kau mau pada diriku..
tapi berjanjilah jangan pernah tinggalkan aku..
sebab.. aku benar-benar mencintaimu..
mengertikan…??

“Candu Kerinduan”

Bumi terus memaki kebodohan
Dalam serpihan malam..
Ada bulan dan bintang menjadi saksi
Pergumulan ini..

Tapak-tapak kaki tetua malam
Menerjang kebisuan hati..

“apa gerangan dia di sana..?”

Rindu ini masih berselaput didalm hati..,
Entah kapan harus cumbui angan..
Malam tak dapat lagi memohon..,
Hitam pekat langit menghantui rasa..
“aku rindu kau pekik batin ku menjerit..”

Langkah binal rembulan lewati sisi
Gelap awan yang semakin menghitam..
Haruskah rindu ini ku titipkan saja
Kepada burung malam itu..??

Oh..dewi surga..,
Cepat bawa aku menuju alam nirwana.,
Agar aku tak lagi tersiksa karena
Rindu yang mencekam ini..

Temui aku bersama hangatnya tubuhmu..

“Basa Basi”

Tak kenal maka tak sayang..
Puahh..!!
Jijik aku mendengar pepatah itu..!!
Pepatah zaman batu sewaktu
Musa masih tak pakai baju..
Basi..!!
Yang ada ketika mereka tau
Bagaimana aku.., dan tidak
Sesuai dengan apa yang di harapkan..,
Maka.., aku akan di lupakan begitu saja..!!

That’s just a bull shiitt..!!

Benar kata teman sastraku..
Dunia ini penuh dengan orang-orang munafik..
Pandai bermain kata dengan
bantuan buku panduan..

Kita tak pernah tau apakah mereka
jujur dan tulus melakukan itu..
Dunia non materi..
Tempat dimana segalanya bisa terjadi..
Tinggallah orang-orang dungu dan polos
Seperti aku yang harus kena getahnya..

Dasar otak sapi..!!
Mulutnya besar hatinya mati..!!
Ku maki dirimu agar kau tau
Mulutku tak begitu kotor dari hatimu..

Membual membuat perutku mual..
Seakan menelan kotoran kadal..!!
Sumpah…!!!
Semua kotoran itu memuncrat dari
mulutmu yang membuat aku jijik seperti
Sperma menempel di rahimku..

Puaahh..!!
Sudahlah.., aku semakin mual di buatnya..
Maaf saja jika kau pernah melakukannya..!!

“Dimensi Cakrawala”

Dunia seolah tak pernah kehabisan kata-kata..
Tenggelamkan aku kedalam inti bumi.,
Ikuti naluri diri..

Imaji kadang menipuku..,
Mengkamuflase semuanya seakan
Patut untuk di ikuti..

Sampai kapan rona jingga
Membekas di langit ku..
Membludak kan isi kepala penuhi
Memory otak ku..!!

Semuanya abu-abu saat surya
Paksakan untuk tersenyum..

“Masihkan mereka mengenal aku..??”

Aku rindu suara yang slalu berbisik
Di otak ku..!!

Cakrawala mimpi..
Bangkitkanlah jiwaku yang mati..!!
Ku mohon..

Aku rindu jejak Metamarfosis itu..!!

“Televisi”

Kaca bening berwarna cerah itu
selalu mengalihkan mataku..
Kotak segi Empat pemberi informasi..
Dunia fatamorgana tepat di hadapanku..
Memberikan gambaran sisi lain dari kehidupan..

Corak ragam budaya,
Sekan eskseklopedi penghibur raga..
Entah nyata atau semu..,
Semua ada di sana..

Itulah dia tivi 21 inc ku..
Tempat segala informasi jasa ku dapatkan..!!
Tak perlu terpedaya..
80 % isinya kebohongan..,
10 % kebenaran..
5% kebodohan..,
Dan sisanya hanya hiburan..

Hahhaha…!! Aku merasa terhibur..
“sebab filmnya lucu seh..!!”
Dasar bodoh…!!

“Sajak ketika Hujan”

Jarum – jarum langit itu kembali menghujam bumi..
Menghempaskan gema, menimbulkan suara gemericik..

Semakin lama suaranya mengalun seperti nada-nada
Yang membuat tentram..
Hening.., seperti lagu mars’ kehampaan..

Awan bergulung tebal.., di selah kilat yang menyambar..
Ada apa ini..? aku bertanya kepada hati kecil ku…!!

Air dari langit itu membuat sebagian dari hati ku pilu..,
Pilu dengan rasa sakit yang menderu..

Oh hujan.., biarkan aku menangis ikuti tarianmu..
Agar aku bisa lepaskan beban yang mengikat ini..

Biar saja air mata ku jatuh sebelum hujan mu redah..
Biarkan lah…, aku ikuti tarian mu…

“Perempunku”

Tak kala surya menyinsing..
Ingatan ku kepadamu semakin kuat..
Ketika bulan berlabu..
Sebagian dari hati ku hanyut
dalam samar wajahmu…
Dan ketika pekat malam menghantui rasa..
Anganku di penuhi banyang tentang dirimu…

Kaulah wanita yang selalu hadir dalam mimpi ku..
Mensimbolkan wujud dari harapan dan impian ku..

Kau adalah cahaya yang menerangi sisi gelap hidup ku..
Melengkapi segala kekurangan ku..
Serta sanggup membuat ku merasakan cinta
Yang sempurna dari dalam diriku..

Entah apa jadinya aku tanpa dirimu..
Hampa…!!!

“Parasit”

Aku seperti ketombe di rambutmu…,
Hitam ada cahaya itulah aku…

Aku juga seperti jerawat di wajahmu..,
Bintik kecil merah penghias pipimu..
Aku kadang ada di memory otak mu..,
Lalu hilang dan pergi lagi..

Aku lah bintang penghias malam mu..,
Tugas ku hanya satu…,
Pengganggu nyeyak tidur mu..

Aku lah parasit dalam hidup mu..
Perlahan berbagi nafas dengan mu..
Aku ada bukan untuk menikmati rasa jemu mu..,
Tapi mencoba untuk melengakapi mu..

Semoga aku selalu ada di hatimu..,
Hingga nafas meracuni tubuhmu..
Itulah aku sang parasit dalam hidupmu..

“Multiple Sclerosis”

Ini bukan tentang sajak-sajak yang indah..
Juga bukan tentang prosa-prosa yang bahagia..
Tapi ini tentang sebagian hati yang luka..
Luka dari jiwa yang menganga..

Tak ada tempat mengadu..,
Hanya simbol diri yang menderu..,
Sebagian luka.., sebagian duka..

Untuk apa lagu yang bahagia..,
Jika maut sudah di ujung mata..
Tak ada temapt merdeka..,
Kecuali berpasrah saja..

Malang tak dapat di tolak..,
Untung tak dapat di raih..
Lupakan semua rasa..,
Kembali berserah diri..

Detik waktu tak lama lagi..,
Multiple Sclerosis hantui diri..
Selamat tinggal puisi-puisi..
Dunia abstrak tempat ku kembali…

“Biografi”

Ketika rasa takut memojokkan mu..
Berbaringlah sejenak..
Lalu katakan pada hatimu..
Esok pagi aku akan baik-baik saja..

Ketika ke khawatiran menggrogoti jiwamu..
Pejamkan lah matamu..
Bawa aku kedalam hatimu..
Aku tau.., tak semua bisa merasakan itu..

Dan ketika rasa tak berdaya terus mengahantui mu..
Cobalah untuk tersenyum..

Jangan pernah berfikir untuk mendapatkan sesuatu..
Tapi, cobalah untuk melepaskan sesuatu..
Please install end Restart your Mind..
Hari ini adalah sebagian anak dari tangga
Untuk hari esok..

Lakukan yang terbaik jika itu menurut mu benar..
Tapi jangan terlalu percaya kepada dunia..
Sebab semuanya Relatif..!!

“Mahabrata”

Menunggu tertatih diantara harapan dan kepastian
Ada aku di selah segitiga bermuda..
Kapan dan dimana tak terdengar riak gelombang..
Yang ada hanya Filosofi tentang kehidupan…!!

Kasih tak mengharapkan Imbalan..
Karna kasih itu sendiri adalah imbalan
Kebahagian yang kau peroleh saat mengasihi
Itulah imbalan dari kasih..

The Great of Arjuna..
Sang Lembayung dari khayangan..!!

“Sangkan paraning Dumadi.., tan kena kinaya ngapa..!!”
Perjalanan panjang Bhima menuju Dewaruci..
“ngelmu sangkan paraning Dumadi..!!”
Hidup tak seluruhnya tentang penantian..!!

“Jengah Bercinta”

Tak ada lagi gairah untuk bercinta..
Bahkan Iblis pun mengaku kalah..
Seluruh emosi lenyaplah sudah..
Seperti habis selesai bersegamma..

Bulir-bulir surga tak bisa lagi
mengajak aku berdansa..
Kecupan-kecupan membara
bias sirna entah kemana..

Banyak rasa berkecambuk di dalam dada..
Meninggal kan bekas rasa Jengah..!!

Mati sudah Indrabhrata..
Hilangkan prana-prana pada Arjuna..
Dan kemudian aku pun
Hilang di telan hampa..
Tanpa bisa mengecap rasa cinta..

“Apakah Jengah memproteksikan semua rasa..?”

“Sorga Kita”

Ku kirimkan rinduku melalui secarik kertas..
Ku ukir dengan tinta berwarna Emas..
Di saksikan oleh hembusan angin malam
Yang menderu lewati batas Imajinasiku..

Rinduku tak bisa terbendung lagi..
Aku ingin cepat temui sang mentari..
Agar aku bisa memeluk mu
Dengan seganap jiwaku..

Biarkan aku nikmati putik-putik mekar bungamu..
Menelusuk disetiap raungan sukmamu..
Menjadikan sorga-sorga hitam berwarna seperti pelangi..

Tak ada pekat malam yang menyerubungi matahari..
Saat semua terang.., aku dan kamu di dalam sorga..
Sorga bagi orang-orang yang terluka…!!

“Luka di Balik Mesiu”

Luka bakar dan letupan mesiu
bercampur dalam satu atmosfir gedung..
Glegar bumi bergunjang
Patahkan seluruh jiwa..
Asap hitam dan bercak darah
Masih pekat menjadi penghias
dinding yang bisu..
Sampai kapan kebencian
memakai nama Tuhannya..!!
Tak ada yang tau apa di balik
bubuk-bubuk mesiu itu..

Jiwa-jiwa yang dungu harus hilang..!!
Idealisme berganti menjadi pedoman yang keliru..
Keyakinan-keyakinan tak pernah pandang bulu..
Menyerang siapa saja.., karna
Ke Relatifan tak pernah diajarkan
Untuk saling menghargai..

Kemunafikan selalu menutupi malu..
Malu untuk menyatakan ketidak-adilan..!!
Dan pada akhirnya..,
Selalu ada yang mengatur semuanya..
Sebab..,
Matahari tak pernah telat
Untuk menampakan diri..
“Apakah Itu Tuhan…!!”

“Jengah Bercinta”

Tak ada gairah untuk bercinta..
Bahkan Iblis pun mengaku kalah..
Seluruh emosi lenyap lah sudah..
Seperti habis selesai bersegamma..!!

Bulir-bulir surga tak bisa lagi
Mengajak aku berdansa..
Kecupan-kecupan membara
Bias sirna entah kemana..
Banyak rasa berkecambuk
Di dalam dada..
Meninggalkan bekas rasa Jengah..!!

Mati sudah Indrabrata..
Hilangkan prana-prana pada arjuna..
Dan kemudian aku pun di telan hampa..
Tanpa bisa mengecap rasa Cinta..

“Apakah Jengah memproteksikan semua rasa..!!”

“Tak Terpahami”

Detik waktu jembatani aku’ Lewati khayalan..
Ada sesuatu di dada ini yang tak bisa
Aku terjemahkan dengan bahasa
Apa pun di dunia ini..
Tak ada yang tau..
Hanya aku dan rasa sakit itu..

Waktu terus berputar tinggal kan
Luka tepat di ulu hati..
Rindu yang secuil ini bisa membunuh ku..!!
Lemparkan aku ke lubang tanpa dasar..!!

Ahh.., aku tak mau mati konyol
Karna rindu ini..
Tapi kemana harus mengadu..
Hatinya telah tersayat karena ke Egoisan diri..

Haruskah aku bersujud kepadanya…,
Atau ku biar kan saja rindu ini
Mencabik tepat dihatiku..!!

Selalu saja tak tak ada yang mengerti..
Sebab rindu memang tak bisa terpahami…!!

“WakTOe”

00.00.. Awal dari segala awal..
01.01.. Satu langkan menuju awal..
02.02.. Langkah awal menuju gelap..
03.03.. Perlahan tertati menuju bias..
04.04.. Melaju pelan menembus batas..
05.05.. Ada terang di ufuk Timur..
06.06.. Akhir dari mimpi yang panjang…

Selamat pagi Dunia..!!
Biarkan aku ukir guratan-guratan
Di lehermu..,
Agar tak ada kebohongan di hatiku..!!

Aku tak butuh udara mu…!!!

“Rasa Rindu”

Bantal guling nyaman dalam pelukan..,
Selimut hangat tepat di atasnya..
Aku terjebak di dalamnya tanpa bias
mengerti apa maunya hati..

ketika ku pejamkan mata…,
otak ku meriview kejadian tadi sore..

owh.., betapa syahdunya ketika
kau melumat bibir ku..
dekap erat tubuhmu membuktikan
rasa cinta ku pada mu..

kini fram-fram kenangan itu
tumpah ruah di benak ini..
mengisyaratkan sesuatu..
yaitu.. Rasa Rindu..

sumpah…!!!, aku benar-benar
rindu kamu malam ini huns…!!

Berdoalah semoga kita dapat
Bersama…, selamanya…

“Cupid”

Gadis kecil bersayap itu tak jemu
temani aku di atas rembulan..
untaian melody dari harpanya
melantun merdu di tengah
angin kesepian..
memaksa masuk dari kisi-kisi
jendelah kamarku, usik hati
untuk bernyanyi tentang kesendirian..

inilah Existensi dari kerinduan..!!
Wujud nyata aku yang kesepian…!!

Apakah engkau pernah merasakannya..??

Aku rindu sentuhan jemari-jemari itu..
Yang datangnya tak pernah di undang
Dan perginya tak pernah di rancang..

Aku tak ingin hanya diam..
Ketika matahari dan Rembulan
Mengejek ku dalam kehampaan..

Yang aku ingin hanya titik terang..
Sudihkan kiranya kita berbagi beban…?

Pujangga Yang TErsesat

Sang Pujangga

Sang Pujangga

Published in: on Juli 26, 2009 at 9:51 am  Comments (4)  
Tags:

The URI to TrackBack this entry is: https://penataplangit.wordpress.com/2009/07/26/sajak-sajak-dari-sang-pujangga/trackback/

RSS feed for comments on this post.

4 KomentarTinggalkan komentar

  1. Aq copypast beberapa bait ya bro….

  2. Ini mengagumkan. Aku rasa tulisanmu bisa dibukukan.

  3. Lanjut!!
    heehe..
    Maaf baru bisa bales..

    @ Aria : wah masih jauh dari harapan.. masih aur-auran..

    • Asal jangan benar2 tersesat, lalu lindap #kemampuan menulismu itu🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: