“Mendatangi Bulan”

“Mendatangi Bulan”

Teman.., coba tebak..!! dimana aku sekarang…!!, tebakan mu meleset teman!!, sekarang aku ada di bulan!!. Ya.., aku tak berhayal, bermimpi atau berhalusinasi!! Ini nyata dan aku tak berbohong kepadamu teman. Aku tak butuh baju astronot atau tabung oksigen. Aku bisa melayang-layang serta berjalan kesana kemari sesuka hati ku di atas permukaan bulan ini teman. Tapi pertanyaannya bagaimana aku bisa ada disini..!!. Ya., aku juga bingung mengapa aku disini teman..!!. Tapi tunggu dulu..!! akan ku coba merefresh kembali ingatan ku. Hmm…ahhh….hmm…ahh…..hmm.., ahh…!! Aku pusing teman..!! aku tak temukan ingatanku..!!. bagaimana ini..!!.

Disini sepi sekali teman..!!. sepertinya tak ada tanda-tanda kehidupan disini. Aku mau pulang saja teman..!! aku tak mau ada disini. Bukan ini yang aku ingin kan. Ya.., memang jujur aku akui.., kemarin aku berdoa kepada Tuhan agar bulan datang kepada ku.., tapi mengapa jadi aku yang mendatang bulan..!! ahh..!! jangan-jangan malaikat itu salah memberikan informasi kepada Tuhan. Ahh..!! apa benar ada malaikat salah dalam melakukan tugasnya. Tho.., orang bilang Tuhan itu Maha Mengetahui apa yang ada di dalam hati manusia. Tapi mengapa jadi terbalik seperti ini..!!. atau jangan-jangan aku yang salah baca doa kepadaNya. Ahh..!! tambah pusing saja kepala ku ini teman. Ya…,sudahlah aku akan mencoba berkeliling.., siapa tau aku menemukan petunjuk atau pun mahluk lain agar aku bisa bertanya mengapa aku bisa ada disini.

Teman..!! aku mendengar suara..!! tapi masih ku telusuri dari mana asal suara itu. Semakin lama semakin jelas teman..!! ya.., seperti suara tangisan sesosok bayi. Aku mulai takut teman. Jangan-jangan itu suara bayi dari mahluk ruang angksa. Suaranya semakin jelas teman, tapi tak ku temukan apa-apa. Kau dengar itu teman..!! suara itu sepertinya memanggilku dengan sebutan seorang Ibu..!! bulu kuduk ku merinding teman..!! aku tak bohong..!!.

“Ibu..Ibu…!! aku ada disini..!! suara itu berdengung jelas di telingaku.

“Kamu dimana nak..!!” aku mulai merasa panik.

“Aku ada di dalam rahim mu Ibu..!! apa kau tak meraskannya..!!” aku mulai lemas dan ingin pingsan.

Aku terisak tangis teman..!! suara itu bersal dari dalam rahim ku. Ya.., janin itu baru berumur 5 minggu setelah tadi pagi aku di nyatakan positi hamil oleh seorang bidan di salah satu Puskesmas di tengah kota. Aku bingung teman..!! apa yang harus aku berbuat..!!. ingin sekali menggugurkan janin ini.., tapi aku tak sanggup teman. Aku takut dosa..!! seandainya saja janin ini bukan hasil hubunganku dengan dia. Mungkin aku akan bersenang hati menyambut buah hati ku ini. Tapi.., Mengapa dia harus pergi setelah memuncratkan isi spermanya kedalam rahim ku..!! dasar laki-laki tak bertanggung jawab. Sekarang aku harus bagaimana teman. Dia yang telah menanamkan benih ini telah pergi karna tugas dari negara. Ya.., dia seorang Tentara teman. Dia pergi demi melindungi kedaulatan Negara ini. Tapi walau pun dia ada disini.., aku juga tak bisa berbuat apa-apa. Mau mengadu kepadanya juga percuma. Bahkan aku yakin tambah memperparah keadaan saja. Teman please tolong aku..!!

Aku masih berada di atas permukaan bulan teman. Menyendiri dan terus berfikir mencari jalan keluar yang terbaik untuk masalah ku ini. Aku malu teman..!!. bagaimana jika semua keluarga ku tau bahwa aku sekarang sedang mengandung sesosok janin. Apa yang harus aku katakan kepada mereka. Tuhan benar-benar jahat. Aku berharap bulan datang kepadaku kok malah aku yang di datangkannya ke bulan. Belum lagi jika teman-teman ku semua tau. Aku pasti menjadi bahan olok-olok kan mereka. Teman kamu tau kan umurku baru menginjak 17 tahun..!!. Ya..,aku masih kelas 2 SMA teman. Perjalanan ku masih panjang. Cita-cita ku masih jauh di depan mata. Seandainya saja kejadian itu tak menimpa diriku teman. Mungkin aku tak kan sebingung ini. Aku meyerah teman..!!. Banyak yang telah ku khianati. Keluargaku..,pacarku..,bahkan Tuhan. Ini aib teman. Aib yang mencoreng muka orang-orang yang aku sayangi terutama kakak perempuanku Gina. Aku sayang kepada beliau teman. Aku tak mau menghancurkan tali pernikahannya. Jadi aku akan mencari cara agar tak melukai hatinya. Tapi apa teman…!! Aku tambah panic..!!

Lama aku berfikir kepalaku bertambah pening..!! aku pusing teman..!! aku mual dan hendak muntah. Tapi akan ku tahan aku tak mau ada yang tau aku mual dan muntah-muntah.., aku tak mau orang –orang curiga kepadaku. Terlebih sudah beberapa hari ini nafsu makan ku jadi bertambah rakus. Ya.., wajar saja.., aku telah berbadan dua. Tapi bukan itu yang mau kita bahas teman..!! aku mau mencari cara agar telepas dari maslah ini. Beban ini terlampau berat untuk ku teman. Tapi tunggu dulu..!! kalo aku bisa mendatangi bulan.., mengapa aku tak bisa mendatangi Neraka.., ya.., Neraka..!! akan ku coba memakai jalan itu. otak ku buntu.., tak ada jalan alternatif lain. Jadi aku harus gunakan jalan itu. Jalan pintas satu-satunya mengakhiri semua masalah ku. Ya…, aku yakin itu adalah jalan terbaik yang memberikan solusi dari semua persoalanku. Tak ada resiko.., cepat.., singkat.. dan pasti sampai menemui Tuhan. Setelah sampai disana baru akan ku tanya kan kepada Tuhan mengapa aku sempat di kirimkanNya ke Bulan. Aku yakin dengan ide termerlang ku ini teman. Dan sebentar lagi akan ku sosialsisasikan ide ini. Tapi sebelum itu akan ku persiapkan segala sesuatunya.

Oke teman sekarang aku telah siap menuju pemberhentianku yang terakhir yaitu Neraka. Aku tak butuh surat wasiat cuma aku akan menitip pesan kepadamu. Setelah aku pergi nanti aku mohon sampaikan pesan ku ini kepada kedua orang tuaku. Bilang padanya aku Mohon maaf karna telah mempermalukan keluarga ini. Kepada kakak perempuanku Gina. Bilang padanya aku menyayangi dia. Dan jangan lupa teman sampaikan pesanku dengan jelas kepadanya. Aku tak mau dia malah menyusulku juga ke Neraka. Bilang padanya dalam dua bulan terakhir suaminya Kak Lukman terus datang ke dalam kamar ku di waktu malam. Dia mengancam ku dengan ke dua pistolnya. Aku tak bisa berbuat apa-apa dengan pistol yang mengarah ke kepala dan yang satunya lagi menancap ke kelamin ku. Apa yang aku lakukan ini sudah benar menurut ku. Aku tak mau keluarganya hancur jika aku tetap mempertahan kan janin ini. Jadi selamat tinggal kak Gina. Oya.. teman satu lagi.., sampaikan salam ku kepada Dimaz pacarku. Bilang padanya aku mencintinya.., tapi maaf aku tak bisa dimilikinya. Dan teman.., tugas ku kini telah selesai. Sekarang aku siap berangkat menuju alam Neraka. “Nak…, pegang yang erat..!! kita berdua akan pergi ke akhirat…!!” selamat tinggal Teman..! aku tunggu kau disana.(ting)

Jambi,

290809

Published in: on September 10, 2009 at 11:55 am  Comments (1)  
Tags:

The URI to TrackBack this entry is: https://penataplangit.wordpress.com/2009/09/10/%e2%80%9cmendatangi-bulan%e2%80%9d/trackback/

RSS feed for comments on this post.

One CommentTinggalkan komentar

  1. good monolog…tapi ada kata-kata yang hurufnya kurang ..di edit lagi dong.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: